Minggu, 06 Juli 2008

Bom guncang Islamabad

Para pejabat Pakistan mengatakan sedikitnya delapan personil polisi tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di ibukota, Islamabad.
Ledakan terjadi di depan kantor polisi, dekat dengan Pasar Melodi.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan peringatan pertama serangan berdarah terhadap Masjid Merah yang menewaskan lebih dari 100 orang dalam aksi pertempuran.
Masjid tersebut diserbu oleh pasukan Pakistan untuk mengusir para militan yang berlindung di kompleks masjid.
Presiden Pakistan, Pervez Musharraf mengecam serangan itu dan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk membasmi terorisme "dalam berbagai bentuk dan manifestasi".
Muncul laporan-laporan berbeda mengenai jumlah korban tewas. Beberapa pejabat mengatakan jumlah korban ledakan itu mencapai 15 orang polisi.
Menteri Dalam Negeri, Rehman Malik mengatakan jumlah korban mungkin akan lebih dari delapan orang.
"Mungkin jumlahnya akan berubah karena pada saat ini para korban berada di rumah sakit, sebagian dalam kondisi kritis. Segala bentuk bantuan medis yang ada diberikan kepada mereka," kata Rehman Malik.
Keamanan
Pihak berwenang memperketat keamanan karena khawatir akan terjadi serangan dalam rapat akbar di dekat kawasan Lal Majid.
Beberapa ribu massa berkumpul untuk memperingati serangan Masjid Merah.
"Serangan terjadi 15 menit setelah rapat akbar bubar. Kontingen polisi diterjunkan di pelintasan utama beberapa ratus meter dari masjid dan mereka menjadi sasaran serangan," kata seorang pejabat senior kepada kantor berita AFP.
Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan pelaku serangan berhasil menyembunyikan bahan peledak di dalam pakaiannya.
"Dan dari arah... pengaman lapis luar yang ditempati polisi, terdapat sekitar 25 petugas di sana, dan pada saat orang-orang berjalan, salah satu orang tersebut berlari dan meledakkan jaketnya," tambah Malik.
Wartawan BBC di Islamabad, Barbara Plett melaporkan darah dan serpihan tubuh berserakan di jalan-jalan yang terletak di kawasan pemukiman, sementara warga yang ketakutan lari keluar rumah.

Tidak ada komentar: