Minggu, 27 Juli 2008

sayap


Glitterfy.com - Glitter Graphics


kan kurangkai sayap2 kekuatan tuk meraih masa depan

RUKUN

zwani.com myspace graphic comments
Animated Graphic Comments


liat, mereka ja rukun..masa kita nggak??!!!

Glitterfy.com - Glitter Graphics


izza..
"sekali-kali jangan tanyakan pa yang bisa membuatku menjadi cantik,tapi bertanyalah 'apa yang bisa membuat kekuranganku menjadi indah'"

HIDUP DENGAN AL-QURAN

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Islam Comments & Graphics


"Jangan biarkan satu haripun terlewat tanpa membaca Al-Quran"

NARUTO


Glitterfy.com - Glitter Graphics
salah satu cartoon

favoritku adalah naruto, terutama sasuke
hal yang kusukai dari naruto adalah
arti persahabatan, pantang menyerah, selalu berusaha lebih baik, dan tak pernah merasa puas untuk menjadi lebih hebat.

BUTTERFLY


Glitterfy.com - Glitter Graphics


Aku sangat menyukai kupu-kupu.ingin mencontoh perjalanan mereka.bisa bermetamorfosis menjadi begitu cantik,bisa terbang ke alam bebas melewati batas ketertinggalan,,

saat jadi ulat, mungkin semua orang tak kan memperdulikannya,bahkan beberapa orang akan jijik dan membuang jauh2. Saat fase kepompong, semua perjuangan harus dilewati dengan penuh kesabaran, dan saat menjadi kupu-kupu, semua akan terpesona.

"Begitu indahnya hadiah dari kesabaran"
i like butterfly so much..

WAJAR


Glitterfy.com - Glitter Graphics


Ketika ada seseorang yang mengatakan kata2 cinta, dunia seakan terasa indah, "slow motion". pokonya hati bagai terbang ke dunia entah berantah,dan jangan heran kalau orang yang sedang jatuh cinta bisa betah senyum berjam-jam dan muka mereka merah merona bak kepiting rebus..He..he..

saat tak da kegiatan biasanya yang jadi topik utama dalam pikiran adalah "dia" yang tercinta,tak mendengar suaranya sehari saja bagai setahun tak bersua.Hmmm..indahnya merindu.

saat dia marah, semua akan rela dilakukan agar senyum kembali mengembang di bibirnya,meski harus melakukan hal konyol itu tak jadi masalah asalkan tawa terurai dari bibir indahnya.

rasanya begitu banyak makna yang tercipta dari hal bernama 'CINTA'

saat aku mencinta mungkin akan seperti itu jadinya.namun aku harus sadar bahwa jalanilah semua sewajarnya, tak perlu mengagung-agungkan cinta biarkan cinta yang mengalun indah dalam jalur Sunatullah.

Jangan sampai kecintaan pada seorang hamba membuat aku lupa pada Kekasih utama karena DIA sangat mengetahui apa yang da dalam hati..

"Ya muqallibul Quluub, Tsabbiit Qalbi 'ala Diinik"

love

Love Myspace Comments
MyNiceSpace.com

KATAKAN CINTA

Satu pemuda dgn mata berbinar-binar, di bawah temaram lampu kota Jakarta, dengan pemandangan jalanan yg super-macet, akan bilang dengan suara bergetar: "Aku cinta padamu!" Sementara di belahan China sana, di lorong-lorong toko yang ramai, kencan di bawah hiasan lampion dan naga-naga merah, asap mie kuah mengepul, serakan bebek peking, mereka akan bilang: "Wo ai ni". Lain pula satu pemuda bavaria, di dekat sisa tembok Berlin yang sekarang jadi hiasan toilet, menggunakan syal Bayern Muenchen, dia akan berbisik mesra ke pasangannya: "Ich liebe dich..." Senang sekali, karena Muenchen juga barusaja mengalahkan Dortmund 2-0.

Sedangkan di India sana, dgn sedikit kerling mata, sedikit aca-aca, diiringi banyak tari dan lagu, mereka akan bilang: "Mein Tumse Pyar Karta Hoon", atau "Tane Prem Karoo Choo" bagi dialek Gujarat. Si cewek mengangguk, bukankah dia juga selama ini sudah "Kuch-kuch hota hai" pula? Bukan main....

Ah, di bawah menara Eiffel yg elok, bermandikan cahaya, lihatlah seorang pemuda Perancis, akan mengatakan dengan gagah kalimat: "Je t'aime"... Konon, katanya bahasa Perancis adalah bahasa yg paling indah, jadi bayangkan betapa super-indahnya pernyataan cinta itu ketika dikatakan. Indah di atas indah... Lain kisah teman Jepang kita yang sedang berduaan sambil menatap gunung Fuji yang juga indah, sakura-san akan bilang: "Kimi o ai shiteru". Dan pasangannya akan mengangguk malu-malu. Besok mereka akan bertamasya ke Menara Tokyo yang terkenal itu. "Ana behibek" kata pemuda Arab sambil tersipu ke pasangannya, maka sang gadis akan menjawab, "Ana behibak". Tak kalah tersipunya. Tp, jgn salah kalimatnya. Ada behibak, ada behibek. Huruf a dan e bisa membedakan arti di gurun pasir sana, kalian bisa disangka suka sesama jenis jika salah pakai, hahaha....

Kakek-nenek kita dulu yang masih mengalami penjajahan Belanda, pasti pernah mendengar meneer dan nyonye Belande saling bilang: "ik hou van jou"... dan lucunya, kakek-kakekku dulu juga suka menirunya, cuek bilang: "ekhopanjo, istriku-" Hahaha, tak masalah separuh2 begitu, tak masalah salah2 lafal, kan bibirnya tetap bibir inlander pribumi. Yang penting nenek mengerti, dan balas bilang "ekhopanjo juga". Beruntung kita tidak dijajah bangsa Hongaria atau Kazakhastan, kan susah banget nulis kalimat cinta mereka: "Szeretlek te'ged", "Men seny jaksy kuremyn".... puh, apalagi pas bilangnya, tambah syusah, kebanyakan huruf konsonannya... tapi meski susah banget bagi lidah kita, nih kalimat mungkin sudah setengah mati ditunggu seorang gadis yang selalu menatap penuh harap seorang pemuda yang selalu berjalan lambat di gang depan rumahnya di kota Budapest yang eksotis itu... Oh, katakanlah "Szeret-zeret tadi padaku...."

"Mahal kita" kata orang Filipina, "Ya lyublyu tebya" kata orang Rusia, "Tora dust daram" seru orang Persia, "Ti amo" kata orang Italia, dan seterusnya dan seterusnya... Begitu banyak versi kalimat I Love You di belahan dunia. Saking banyaknya, tak terhitung... Karena bahasa-bahasa setempat juga punya versi sendiri. Di Indonesia saja ada lebih 300 bahasa lokal, maka akan ada 300 pula versi kalimat "Aku cinta padamu?" Di Sumedang, Banten sana, Padang, Pulau Enggano, Pelosok Papua, Sulawesi, pedalaman Kalimantan, dan entahlah...

Teman, pernahkah ada yang berpikir bagaimana manusia mengungkapkan "I Love You" pada jaman pra-sejarah? Saat bahasa belum ada? Saat manusia masih ber "a-a-a, u-u-u, a-a-a-a"... masih mengejar2 dan dikejar2 dinosaurus? Kan mereka belum punya kalimat sama sekali, jangankan "I Love You", mau bilang makan saja susah, "a-a-a-a... i-i-i..." Menurut temanku, yang amatiran soal antropologi dan sejarah manusia, katanya mereka menyampaikan rasa cintanya dengan pentungan batu. Benaran. Pakai pentungan batu. Jdut! Sang cowok akan memukul kepala cewek idamannya, terus berteriak-teriak...."i-i-i...u-u-u..."
Nah, loh! Celakanya lagi, katanya semakin dalam cintanya, maka semakin keras sang cowok akan menggunakan pentungan batu yang sehari-hari buat melempar gajah purba tersebut. Si cewek mati karena digebuk? Ah, mana ada "kalimat cinta" membuat mati seseorang.

Semaput sih iya. Si cewek cuma pingsan dikit, lantas akan siuman, kemudian tentu saja akan membalas memukul tak kalah kerasnya, "i-i-i...u-u-u...." Aku cinta kamu juga. BANGET LOH". Hahahaha....

Teman, pernahkah kalian juga berpikir bagaimana pula dengan pasangan yang cacat, kurang beruntung? Pasangan yang buta dan tuli misalnya? Bagaimana mereka akan bilang cinta? Melihat tak bisa, mendengar juga tak bisa... Ah, Tuhan selalu punya skenario hebat untuk urusan ini... Aku pernah terkesima menyaksikan sepasang buta yang naik kendaraan umum. Mereka saling berpegangan tangan sejak memasuki pintu kereta. Mesra nian. Meski umur mereka berbilang lima puluhan. Yang laki dengan gentle membimbing yang wanita menuju kursi memakai tongkat-nya (meski sebenarnya penumpang lain yang membantu mereka menyibak padatnya kereta). Lantas mereka duduk bersisian. Yang wanita lantas meraba2 sakunya, mengambil dua butir permen. Membukakan satu untuk pasangannya, satu untuk dirinya sendiri. Mereka buta, jadi amat menyentuh hati melihat kemesraan dua butir permen Hexos itu. Butuh dua menit untuk membuka dua permen itu... Aku menghela nafas panjang... Bagi mereka, sungguh kecantikan wajah tak ada gunanya, ketampanan pasangan tidak penting... Cara tangan mereka meraba2, menyentuh lengan kekar pasangannya sudah bilang sejuta cinta... Dan aku mendadak jengah! Malu. Ya Tuhan, bandingkan cinta mereka dengan cinta yang kupahami dan kuinginkan... Sungguh mereka mengajarkan makna cinta yang sesungguhnya....

Teman, kita punya banyak cara menyampaikan cinta kita. Punya banyak kalimat. Bahasa. Tapi sadarilah, cara terbaik untuk menyampaikan cinta adalah dengan perlakuan. Dengan perbuatan. Dengan pengorbanan yang tulus. Tidak peduli apakah seseorang itu akan membalas cinta kita atau tidak. Tidak peduli apakah perlu kalimat itu diucapkan atau tidak... Ucapkanlah dengan memberi tanpa mengharap, memberi tanpa mengambil, itulah simbolisasi cinta yang paling indah...

Makanya tak perlu heran jika menemukan sepasang kekasih, berumur 90 tahun. Sudah menikah 70 tahun. Memiliki anak 12, cucu 30, cicit 67. Tinggal sederhana di kaki Gunung Kerinci. Kemarin lusa sang istri tercinta pergi... Dan saat sang suami yang tua menatap sedih butir demi butir tanah dimasukkan menutupi jasad istrinya, meski menangis, dia tersenyum rela... Padahal sempurna. Dia sempurna tidak pernah bilang "Aku cinta padamu" kepada almarhum istrinya. Tidak pernah selama 70 tahun kebersamaan mereka. Karena kalimat itu selalu kelu saat akan diucapkan. Selalu tersumbat saat akan dikatakan... Tapi almarhum istrinya tahu persis, suaminya amat mencintainya... karena kalimat itu terukir indah bersama hari-hari mereka yang hebat... 25.500 hari... hari2 suka-cita, hari2 pertengkaran, hingga hari2 kepergian...

I love you. Sungguh I love you... Sayangnya, maafkan.... aku juga nampaknya tdk akan pernah bisa mengatakan kalimat itu langsung kepadamu--

Depok, 11 April 2007

Naskah Tajuk Cinta Pro2FM (105 FM); Kamis 12 April 2007, jam 22.00. Reposting ulang dr blog lama (siapapun yg mau mem-posting, meng-email, dll naskah ini, please bilang sumbernya.. akan menjengkelkan sekali membaca tulisan sendiri dr email seseorang yg ngirimnya seolah2 itu buatan dia; termasuk yg lg hot-hotnya membajak buku2ku... astaga!! kalau mau membajak tolong di halaman terakhir ditulis: dibajak dr buku aslinya; biar yg beli gak justru protes kepadaku soal kualitas bukunya... sy sungguh tdk marah kalian melakukan itu semua.. sungguh Allah perhitungannya lebih sempurna di akherat kelak..)

KATAKAN CINTA

Satu pemuda dgn mata berbinar-binar, di bawah temaram lampu kota Jakarta, dengan pemandangan jalanan yg super-macet, akan bilang dengan suara bergetar: "Aku cinta padamu!" Sementara di belahan China sana, di lorong-lorong toko yang ramai, kencan di bawah hiasan lampion dan naga-naga merah, asap mie kuah mengepul, serakan bebek peking, mereka akan bilang: "Wo ai ni". Lain pula satu pemuda bavaria, di dekat sisa tembok Berlin yang sekarang jadi hiasan toilet, menggunakan syal Bayern Muenchen, dia akan berbisik mesra ke pasangannya: "Ich liebe dich..." Senang sekali, karena Muenchen juga barusaja mengalahkan Dortmund 2-0.

Sedangkan di India sana, dgn sedikit kerling mata, sedikit aca-aca, diiringi banyak tari dan lagu, mereka akan bilang: "Mein Tumse Pyar Karta Hoon", atau "Tane Prem Karoo Choo" bagi dialek Gujarat. Si cewek mengangguk, bukankah dia juga selama ini sudah "Kuch-kuch hota hai" pula? Bukan main....

Ah, di bawah menara Eiffel yg elok, bermandikan cahaya, lihatlah seorang pemuda Perancis, akan mengatakan dengan gagah kalimat: "Je t'aime"... Konon, katanya bahasa Perancis adalah bahasa yg paling indah, jadi bayangkan betapa super-indahnya pernyataan cinta itu ketika dikatakan. Indah di atas indah... Lain kisah teman Jepang kita yang sedang berduaan sambil menatap gunung Fuji yang juga indah, sakura-san akan bilang: "Kimi o ai shiteru". Dan pasangannya akan mengangguk malu-malu. Besok mereka akan bertamasya ke Menara Tokyo yang terkenal itu. "Ana behibek" kata pemuda Arab sambil tersipu ke pasangannya, maka sang gadis akan menjawab, "Ana behibak". Tak kalah tersipunya. Tp, jgn salah kalimatnya. Ada behibak, ada behibek. Huruf a dan e bisa membedakan arti di gurun pasir sana, kalian bisa disangka suka sesama jenis jika salah pakai, hahaha....

Kakek-nenek kita dulu yang masih mengalami penjajahan Belanda, pasti pernah mendengar meneer dan nyonye Belande saling bilang: "ik hou van jou"... dan lucunya, kakek-kakekku dulu juga suka menirunya, cuek bilang: "ekhopanjo, istriku-" Hahaha, tak masalah separuh2 begitu, tak masalah salah2 lafal, kan bibirnya tetap bibir inlander pribumi. Yang penting nenek mengerti, dan balas bilang "ekhopanjo juga". Beruntung kita tidak dijajah bangsa Hongaria atau Kazakhastan, kan susah banget nulis kalimat cinta mereka: "Szeretlek te'ged", "Men seny jaksy kuremyn".... puh, apalagi pas bilangnya, tambah syusah, kebanyakan huruf konsonannya... tapi meski susah banget bagi lidah kita, nih kalimat mungkin sudah setengah mati ditunggu seorang gadis yang selalu menatap penuh harap seorang pemuda yang selalu berjalan lambat di gang depan rumahnya di kota Budapest yang eksotis itu... Oh, katakanlah "Szeret-zeret tadi padaku...."

"Mahal kita" kata orang Filipina, "Ya lyublyu tebya" kata orang Rusia, "Tora dust daram" seru orang Persia, "Ti amo" kata orang Italia, dan seterusnya dan seterusnya... Begitu banyak versi kalimat I Love You di belahan dunia. Saking banyaknya, tak terhitung... Karena bahasa-bahasa setempat juga punya versi sendiri. Di Indonesia saja ada lebih 300 bahasa lokal, maka akan ada 300 pula versi kalimat "Aku cinta padamu?" Di Sumedang, Banten sana, Padang, Pulau Enggano, Pelosok Papua, Sulawesi, pedalaman Kalimantan, dan entahlah...

Teman, pernahkah ada yang berpikir bagaimana manusia mengungkapkan "I Love You" pada jaman pra-sejarah? Saat bahasa belum ada? Saat manusia masih ber "a-a-a, u-u-u, a-a-a-a"... masih mengejar2 dan dikejar2 dinosaurus? Kan mereka belum punya kalimat sama sekali, jangankan "I Love You", mau bilang makan saja susah, "a-a-a-a... i-i-i..." Menurut temanku, yang amatiran soal antropologi dan sejarah manusia, katanya mereka menyampaikan rasa cintanya dengan pentungan batu. Benaran. Pakai pentungan batu. Jdut! Sang cowok akan memukul kepala cewek idamannya, terus berteriak-teriak...."i-i-i...u-u-u..."
Nah, loh! Celakanya lagi, katanya semakin dalam cintanya, maka semakin keras sang cowok akan menggunakan pentungan batu yang sehari-hari buat melempar gajah purba tersebut. Si cewek mati karena digebuk? Ah, mana ada "kalimat cinta" membuat mati seseorang.

Semaput sih iya. Si cewek cuma pingsan dikit, lantas akan siuman, kemudian tentu saja akan membalas memukul tak kalah kerasnya, "i-i-i...u-u-u...." Aku cinta kamu juga. BANGET LOH". Hahahaha....

Teman, pernahkah kalian juga berpikir bagaimana pula dengan pasangan yang cacat, kurang beruntung? Pasangan yang buta dan tuli misalnya? Bagaimana mereka akan bilang cinta? Melihat tak bisa, mendengar juga tak bisa... Ah, Tuhan selalu punya skenario hebat untuk urusan ini... Aku pernah terkesima menyaksikan sepasang buta yang naik kendaraan umum. Mereka saling berpegangan tangan sejak memasuki pintu kereta. Mesra nian. Meski umur mereka berbilang lima puluhan. Yang laki dengan gentle membimbing yang wanita menuju kursi memakai tongkat-nya (meski sebenarnya penumpang lain yang membantu mereka menyibak padatnya kereta). Lantas mereka duduk bersisian. Yang wanita lantas meraba2 sakunya, mengambil dua butir permen. Membukakan satu untuk pasangannya, satu untuk dirinya sendiri. Mereka buta, jadi amat menyentuh hati melihat kemesraan dua butir permen Hexos itu. Butuh dua menit untuk membuka dua permen itu... Aku menghela nafas panjang... Bagi mereka, sungguh kecantikan wajah tak ada gunanya, ketampanan pasangan tidak penting... Cara tangan mereka meraba2, menyentuh lengan kekar pasangannya sudah bilang sejuta cinta... Dan aku mendadak jengah! Malu. Ya Tuhan, bandingkan cinta mereka dengan cinta yang kupahami dan kuinginkan... Sungguh mereka mengajarkan makna cinta yang sesungguhnya....

Teman, kita punya banyak cara menyampaikan cinta kita. Punya banyak kalimat. Bahasa. Tapi sadarilah, cara terbaik untuk menyampaikan cinta adalah dengan perlakuan. Dengan perbuatan. Dengan pengorbanan yang tulus. Tidak peduli apakah seseorang itu akan membalas cinta kita atau tidak. Tidak peduli apakah perlu kalimat itu diucapkan atau tidak... Ucapkanlah dengan memberi tanpa mengharap, memberi tanpa mengambil, itulah simbolisasi cinta yang paling indah...

Makanya tak perlu heran jika menemukan sepasang kekasih, berumur 90 tahun. Sudah menikah 70 tahun. Memiliki anak 12, cucu 30, cicit 67. Tinggal sederhana di kaki Gunung Kerinci. Kemarin lusa sang istri tercinta pergi... Dan saat sang suami yang tua menatap sedih butir demi butir tanah dimasukkan menutupi jasad istrinya, meski menangis, dia tersenyum rela... Padahal sempurna. Dia sempurna tidak pernah bilang "Aku cinta padamu" kepada almarhum istrinya. Tidak pernah selama 70 tahun kebersamaan mereka. Karena kalimat itu selalu kelu saat akan diucapkan. Selalu tersumbat saat akan dikatakan... Tapi almarhum istrinya tahu persis, suaminya amat mencintainya... karena kalimat itu terukir indah bersama hari-hari mereka yang hebat... 25.500 hari... hari2 suka-cita, hari2 pertengkaran, hingga hari2 kepergian...

I love you. Sungguh I love you... Sayangnya, maafkan.... aku juga nampaknya tdk akan pernah bisa mengatakan kalimat itu langsung kepadamu--

Depok, 11 April 2007

Naskah Tajuk Cinta Pro2FM (105 FM); Kamis 12 April 2007, jam 22.00. Reposting ulang dr blog lama (siapapun yg mau mem-posting, meng-email, dll naskah ini, please bilang sumbernya.. akan menjengkelkan sekali membaca tulisan sendiri dr email seseorang yg ngirimnya seolah2 itu buatan dia; termasuk yg lg hot-hotnya membajak buku2ku... astaga!! kalau mau membajak tolong di halaman terakhir ditulis: dibajak dr buku aslinya; biar yg beli gak justru protes kepadaku soal kualitas bukunya... sy sungguh tdk marah kalian melakukan itu semua.. sungguh Allah perhitungannya lebih sempurna di akherat kelak..)

Senin, 21 Juli 2008

Hmmmmm


kegiatan PKMD:
*pendataan demografi dan penduduk
* penyuluhan kesehatan
*posyandu Balita
*posyandu lansia
*PHBS
*Jalan sehat
*Rekreasi alam

Minggu, 06 Juli 2008

BIDADARI

Bidadariku..
Namamu tak trukir dalam cacatan harianku
Asal usulmu tak hadir dalam diskusi kehidupanku
wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam dalam pita batinku
Namun kau hidup
Mengaliri pori-pori cinta & semangatku
Sebab kau adalah hadiah agung
dari Tuhan untukku
Bidadariku....

Ummu Salamah bertanya," Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita di dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?" Beliau menjawab, "Wanita dunia lebih utama dari bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat." dan dia bertanya lagi, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari?" Beliau menjawab, "karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada ALLAH. ALLAH meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata: Kami hidup abadi & tidak mati. Kami lemah lembut dan tak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha & tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Bahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."

Ukhti...buatlah bidadari cemburu padamu...

Bom guncang Islamabad

Para pejabat Pakistan mengatakan sedikitnya delapan personil polisi tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di ibukota, Islamabad.
Ledakan terjadi di depan kantor polisi, dekat dengan Pasar Melodi.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan peringatan pertama serangan berdarah terhadap Masjid Merah yang menewaskan lebih dari 100 orang dalam aksi pertempuran.
Masjid tersebut diserbu oleh pasukan Pakistan untuk mengusir para militan yang berlindung di kompleks masjid.
Presiden Pakistan, Pervez Musharraf mengecam serangan itu dan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk membasmi terorisme "dalam berbagai bentuk dan manifestasi".
Muncul laporan-laporan berbeda mengenai jumlah korban tewas. Beberapa pejabat mengatakan jumlah korban ledakan itu mencapai 15 orang polisi.
Menteri Dalam Negeri, Rehman Malik mengatakan jumlah korban mungkin akan lebih dari delapan orang.
"Mungkin jumlahnya akan berubah karena pada saat ini para korban berada di rumah sakit, sebagian dalam kondisi kritis. Segala bentuk bantuan medis yang ada diberikan kepada mereka," kata Rehman Malik.
Keamanan
Pihak berwenang memperketat keamanan karena khawatir akan terjadi serangan dalam rapat akbar di dekat kawasan Lal Majid.
Beberapa ribu massa berkumpul untuk memperingati serangan Masjid Merah.
"Serangan terjadi 15 menit setelah rapat akbar bubar. Kontingen polisi diterjunkan di pelintasan utama beberapa ratus meter dari masjid dan mereka menjadi sasaran serangan," kata seorang pejabat senior kepada kantor berita AFP.
Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan pelaku serangan berhasil menyembunyikan bahan peledak di dalam pakaiannya.
"Dan dari arah... pengaman lapis luar yang ditempati polisi, terdapat sekitar 25 petugas di sana, dan pada saat orang-orang berjalan, salah satu orang tersebut berlari dan meledakkan jaketnya," tambah Malik.
Wartawan BBC di Islamabad, Barbara Plett melaporkan darah dan serpihan tubuh berserakan di jalan-jalan yang terletak di kawasan pemukiman, sementara warga yang ketakutan lari keluar rumah.

Kamis, 03 Juli 2008

Pengorbanan

Makna Pengorbanan
"Mendapatkan keuntungan tanpa resiko, pengalaman tanpa tantangan, dan imbalan tanpa kerja, sama mustahilnya dengan hidup tanpa dilahirkan" (AP Gouthey)

BILA IBU BOLEH MEMILIH
Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berdandan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu..
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban&kebesaran Allah
Sembilan bulan nak, engkau hidup diperut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena bahagia
Engkau menendang ibu ketika merasa tidak nyaman,
karena ibu kecewa & berurai air mata...
Anakku,
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar,
atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan keluar kedunia
sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum di antara peluh & erangan rasa sakit,
yang tak pernah bisa ibu ceritakan pada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
saat itulah..saat paling membhagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yg merah
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah atau harus bangun
tengah malam untuk menyusuimu,
maka ibu memilih menyusuimu,
karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan
tetesan-tetesan & tegukan-tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir & badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa yang luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku,
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
tetapi anakku...
hidup memang pilihan..
jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi & merana
Maka maafkanlah nak..
maafkan ibu...
maafkan ibu..
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kita yang hilang
Percayalah nak...
sepi & ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu,
Ratih sanggarwati
dalam "30 hari mencari jati diri"